Home - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 
Saya Siap Mati Demi KebenaranItu harga mati. Saya kira amanah dari agama, bahwa saya sampai kapan pun, sesuatu yang benar harus saya katakan benar. Suatu yang salah adalah salah. Itu harga mati
Saya kira solusinya kita perbaiki moral melalui agama seluruh pimpinan negara ini. Sekarang ini kan orang tidak takut lagi sama Tuhan. Mereka tetap Sholat lima waktu tetapi korupsinya jalan terus. Kalau mereka ketemu daging babi muntah muntah, tetapi aspal dan pasir masuk perutPerbaikan Moral
Saya sekarang hanya bisa mengadu kepada Tuhan. Sampai saya memohon pada Allah, cabutlah nyawa saya jika saya melakukan seperti yang dituduhkan pada sayaSaya Hanya Bisa Mengadu Pada AllahLebih baik kita berpisah demi kebenaran, daripada kita bersatu di dalam kebohongan

Home

Apakah benar Sjahrir djohan meyuap Susno ???

Perkara Mafia Hukum dalam penanganan kasus PT. SAL ( Salma Arwana Lestari ) yang mengungkap perkara tersebut adalah Komjen Susnoduadji, yang di pertengahan bulan Maret 2010 dengan nyaring menyuarakan bahwa ada mafia hukum dalam penanganan perkara Arwana yang pelakunya sama dengan pelaku perkara Mafia hukum kasus Pajak Gayus Tambunan.
Anehnya justeru Susno duadji yang membongkar perkara ini yang dijadikan tersangka kemudian terdakwa dan saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, anehnya Susno duadji belum pernah di Berita Acara sebagai tersangka, dan anehnya lagi bahwa yang menggeret Susno duadji sebagai tersangka hanya berdasarkan keterangan Sjahrir djohan yang dikatakan Susno duadji adalah biang mafia kasus Gayus dan kasus Arwana.
Ada apa di balik penetapan Susno sebagai tersangka kemudian menjadi terdakwa.

Anehnya Satgas Anti Mafia Hukum yang telah menerima umpan dari Susno justeru memetik hasil yang diungkap Susno dan mengesankan bahwa mafia hukum dan mafia pajak adalah hasil ungkapan Saatgas, celakanya Satgas justeru "membiarkan boleh dikata mengumpankan"  agar Susno dijadikan tersangka, ada apa dengan Satgas Anti Mafia Hukum ?

Komisi 3 DPR RI yang mempunyai kewenangan politik cukup besar dan di situlah Susno meminta perlindungan Politik, tapi tak mampu memberikan perlindungan, hal ini diakui dengan terus terang oleh anggota komisi 3 DPR, Achmad Yani saat bersaksi dalam perkara Susnodi Pengadi
An  Negeri Jakarta Selatan.

Demikian juga dengan Lembaga Perlindungan  Saksi, LPSK juga tidak mampu memberikan perlindungan kepada Susno, padahal Susnoadalah saksi yang tidak terlibat dalam perkara yang diungkapnya, bayangkan kalau saksi yang terlibat dalam perkara tentunya LPSK lebih sulit untuk melindunginya.

Dari persidangan yang melelahkan yang sudah berjalan hampir lima bulan , trrungkap fakta hukum yang mematahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, yang menunjukan bahwa Dakwaan yang ditujukan pada S duadji meleset.
Fakta tersebut antara lain ;
Menurut  Sjahrir djohan  bahwa dia memberikan uang suap pada Susno sebesa Rp 500 Juta pada tanggal 4 Desember 2008 malam hari di Rumah anak mantu Susno duadji di Jl. Abusirin No 2 B Jakarta Selatan.

Untuk membuktikan bahwa peristiwa penyuapan itu terjadi harus dibuktikan terlebih dahulu apakah Sjahrir djohan benar datang ke rumah jalan Abusirin No 2 B atau tidak.

Mari kita lihat fakta yang terungkap di persidangan sebagai berikut ;
Pertama, Majelis Hakim dan JPU beserta Penasehat hukum, telah menyasikan situasi rumah di Jl Abuserin No 2 B Jakarta Selatan pada saat sidang di tempat pada tanggal 20 januari 2011,   bagaimana mungkin Sjahrir djohan bisa masuk ke ruang tamu TANPA DIKETAHUI oleh Penjaga Pintu Gerbang, Pengawal Pribadi, Ajudan, atau Sopir yang semuanya adalah anggota Polri yang siap siaga 24 jam,
Kedua, saat keluar dari Ruang tamu / halaman rumah Jl. Abusirin No 2 B Jakarta Selatan tidak ada satupun diantara Ajudan, Pengawal Pribadi, Sopir, dan Penjaga Pintu Gerbang yang mengetahui bahwa Ada tamubSjahrir djohan keluar dari rumah tersebut,
Ketiga, berdasarkan :
a. Barang bukti berupa bukti authentik Print Out Karcis parkir kendaraan Sjahrir djohan Inova hitam No Pol B 2946 BP keluar dari halaman Parkir Htl Sultan tanggal 4 Desember 2008 jam 21.16 WIB.
b. Barang bukti berupa bukti authentik penarikan uang pada buku tabungan BCA sdr. Haposan Hutagalung pada tanggal 4 Desember 2008,
c. Kesaksian Upang Supandi, Sopir dari Sjahrir djohan dalam sidang perkara ini,
d. Kesaksian Sjahrir djohan sendiri dalam sidang perkara ini pada hari Kmis tanggal 4 Nopember 2010,
e. Kesaksian sdr Abdul Somad dan Mustofa dalam sidang perkara ini pada hari Kamis tanggal 4 Nopember 2010,
f.  Kesaksian Haposan Hutagalung
Yang menerangkan  bahwa : Sjahrir djohan keluar dari parkir htl Sultan jam 21.16 WIB, lalu menuju kekantornya di lapangan Ros Tebet yang menurut Upang Supandi jalan agak macet sehingga memerlukan waktu sekitar 1 jam 15 menit , kemudian Sahril djohan naik ke kantornya untuk mandi dan ganti pakaian sekitar 30 menit , kemudian baru menuju jalan Abuserin 2b Jakarta Selatan, masih menurut Upang Supandi jalan agak macet dan memerlukan waktu sekitar 1 jam 30 menit kemudian sesampainya di jalan Abuseri 2b masih menunggu kedatangan saya sekitar 20 menit, dengan cerita bohong demikian Sjahrir djohan baru sampai keruang tamu di Jl Abuserin No 2 B pada  jam 00:21 Wib keesokan harinya, Jum'at tanggal 5 Des 2008. Jelas ini bohong, mana mungkin Susno menerima tamu sedemikian larut malam.
Keempat, bahwa Sjahrir djohan melihat Susno menemuinya dengan menggendong cucu, bagaimana mungkin hal itu terjadi pada tanggal 4 Desember 2008 karena cucu/bayi itu baru lahir tanggal 24 Febuari 2009 , dapat dibuktikan demgan memperlihatkan akte kelahiranya,
Kelima, bahwa Susno menemuinya memakai sarung, sebagai mana diterangkan oleh para saksi Ajudan, Pengawal Pribadi, dan Sopir serta para saksi adechart bahwa Susno TIDAK PERNAH menerima tamu dengan memakai sarung,
Keenam, bahwa Sjahrir djohan menerangkan bertemu dengan AKBP Syamsurizal Mokoagow di RUANG TAMU, dan kita tau bahwa "RUANG TAMU" yang dimaksud oleh AKBP Syamsurizal Mokoagow adalah RUANG KELUARGA, setelah sidang di tempat di Jl. Abusirin No 2 B diketahui bahwa orang yang berada di RUANG TAMU tidak bisa melihat orang yang berada di RUANG KELUARGA, demikian sebaliknya karena ada sekat pembatas yang cukup tinggi dan letak ruang yang TIDAK SIMITRIS.
Ketujuh, bahwa  AKBP Syamsurizal Mokoagow kedatanganya di rumah Jl. Abusirin menurut Susno adalah saat azan Maghrib dan menurut AKBP Syamsurizal Mokoagow sekitar jam 19.00 s/d  20.00 Wib, sedangkan Sjahrir djohan kedatanganya kalau benar ada yaitu jam 00.21 Wib hari Jum'at tanggal 5 Desember 2008, apa mungkin bisa bertemu ?
Kedelapan, bahwa berdasarkan bukti autentik berupa surat perintah tugas yang ditanda tangani oleh Susno dan berdasarkan keterangan saksi Syamsurizal Mokoagow sendiri pada persidangan, pada tanggal 21 Desember 2010 bahwa yang bersangkutan mengadap kepadaSusno di Jl Abuserin 2b pada hari sabtu tgl 27 Desember  2008 antara jam 19:00 wib sampai dengan jam 20:00 Wib, jadi bagai
mana mungkin dapat bertemu hari dan tanggal berbeda jamnya pun berbeda .
Kesembilan, bahwa keterangan Syamsurizal Mokoagow dan Sahril Johan mereka bertemu diruang tamu sedangkan Samsulrizal menerangkan  ciri-ciri ruang tamu adalah ruang yang ada televisi dekat meja makan dan kursinya terbuat dari kulit berwarna coklat, sebagai mana kita saksikan waktu sidang ditempat bahwa ruang itu adakah ruang keluarga yang letaknya berjauhan dan tidak bisa saling melihat apabila ada orang diruang tamu ,
Kesepuluh, bahwa Sjahrir djohan menerangkan di ruang tamu ada kursi sofa berbentuk L berwarna coklat, sebagai mana kita saksikan pada waktu sidang di tempat  pada tanggal 20 Januari 2011 kursi di ruang tamu bukan berbentuk L dan tidak berwarna coklat,
Kesebelas, bahwa sesuai dengan keterangan saksi Haposan dalam persidanga ini yang menyatakan bahwa satu jam setelah ia keluar dari halaman parkir Hotel Sultan, dimana mobil Haposan Hutagalung No Pol B 8822 BI keluar dai parkiran Htl Sultan pada jam 21.22 Wib artinya satu jam setelah itu yaitu  pada jam 22:22 Wib,  Sjahrir djohan menelepon Haposan Hutagalung mengatakan bahwa : “ Lung uang sudah saya serahkan pada susno”. bagaimana mungkin wong , Sjahrir djohan pada jam 22.22 Wib  masih dalam perjalan dari Hotel Sultan menuju ke kantornya di lapangan Rose Tebet .
Kedua belas,  bahwa keesokkan harinya pagi-pagi tanggal 5 Desember 2008 Sjahrir djohan  menforwad SMS kepada Haposan Hutagalung yang katanya berasal dari Susno, keterangan ini disampaikan di persidangan oleh Saksi Haposan Hutagalung, pada hal pertama sekaliSusno berkirim SMS ke HP sdr Sjahrir djohaan adalah pada tgl 10 Desember 2008, bagaimana mungkin memforward SMS yang belum ada.

Dengan hanya mengungkapkan sebagian fakta tentang kebohongan Sjahrir djohan, tidak ada dasar untuk mempercayai keteranganya bahwa dia pernah datang ke rumah di Jl. Abusirin No 2 B Jakarta Selatan, tentunya penyuapan Rp 500 Juta adalah karangan atau cerita bohong sebagai balas dedam karena Jenderal Susno duadji telah membongkar permainan Mafia hukum yang selama ini bercokol di Mabes Polri dan mendapat perlindungan dari petinggi Mabes Polri.

Apa vonis hakim terhadap perkara ini ? Samakah dengan persepsi dan rasa keadilan yang berkembang di masyarakat ? Hanya hati nurani hakim yang bersih yang mampu menjawab.

Misteri Kasus Komjen Pol Susno Duadji

  1. Eng ing eeeng..siapa yang tak kenal Susno Duadji ? Komjen Pol, mantan Kabareskrim yang fenomenal itu
  2. Susno fenomenal sekaligus kontroversial. Penah dianggap sebagai public enemy tapi juga menjadi Hero. Kemana dia sekarang, bgmn nasibnya?
  3. Susno Duadji ( SD) pernah dianggap "musuh" krna dinilai membawa Polri bermusuhan dgn KPK. Ingat kasus Cicak vs Buaya yg menghebohkan itu
  4.  SD dianggap Pahlawan atau Hero karena dialah yang membongkar kasus korupsi Gayus, Century dan kasus2 korupsi besar republik ini. GEGER !
  5. Lebih 70% kasus besar yang sekarang ramai mencuat dan dibicarakan publik saat ini, semua bermula dari ucapan atau tindakan SD
  6.  Kasus yg paling besar yang diungkap SD adalah korupsi dan suap Gayus. Sejumlah jend polisi, elit Kejagung, elit partai dll jadi korban

    Read more:

Hormati Putusan Pengadilan, Susno Duadji Siap Jalani Hukuman

Komjen Susno Duadji usai vonis di PN Jaksel (ari saputra/detikcom)Komjen Susno Duadji usai vonis di PN Jaksel (ari saputra/detikcom)Jakarta - - Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji masih berada di Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, Susno menghormati putusan pengadilan dan siap menjalani eksekusi atas vonis kasus korupsi.

"Saya sangat menghormati putusan pengadilan. Saya siap menerima dan melaksanakan semua prosedur dan tindakan eksekusi yang benar dan berdasarkan hukum yang jelas dan pasti," ujar Susno kepada detikcom, Selasa (19/2/2013).

Read more:

Ada yang tidak sehat di tubuh MA soal Susno Duadji

JAKARTA – Putusan Mahkamah Agung (MA) dalam kasasi perkara mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri, Susno Duadji yang telah menolak permohonan kasasi JPU dan kasasi terdakwa itu mendapat tanggapan dari pihak Kejaksaan Agung. Selain menolak permohonan kasasi itu, Susno juga dibebankan pemohon kasasi/terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp2.500.

Putusan MA itu mendapat tanggapan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Andhi Nirwanto, yang menyatakan pihaknya sedang mempelajari salinan putusan tersebut. "Iya sedang dipelajari, saya tugaskan direktorat eksekusi untuk pelajari duduk persoalan. Ya satu dua hari lagi," katanya di Jakarta, kemarin. 

Read more:

Susno percaya publik tahu kebenaran kasusnya

JAKARTA - Mabes Polri mengatakan menyerahkan seluruhnya kepada Mahkamah Agung (MA), terkait kasasi Bekas Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang ditolak oleh MA. Polri menghormati dan patuh terhadap proses hukum yang berkaitan dengan putusan tersebut.


"Itu masuk ranah hukum yang jadi otoritas MA, sebuah lembaga hukum. Polri menghormati dan patuh terhadap proses hukum. Hukum yang berkaitan dengan itu otoritas penuh MA," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, hari ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Komjen Susno Duadji. Alhasil, Susno tetap dihukum sesuai putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) selama 3,5 tahun dalam kasus korupsi penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.

"Menolak kasasi terdakwa diputus pada 22 November 2012," demikian seperti yang dilansir panitera MA dalam websitenya, tertanggal Selasa (4/12). Putusan ini diketok oleh majelis hakim yang beranggotakan hakim ad hoc AL, Leopad Luhut Hutagalung, hakim ad hoc MS Lumme dan Sri Murwahyuni. Majelis ini diketuai Zaharuddin Utama. "Nomor perkara 899 K/PID.SUS/2012," ucapnya.

PN Jaksel memutuskan Susno terbukti bersalah dalam pidana korupsi saat penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. PN Jaksel mengganjar pemegang bintang tiga ini dengan hukuman 3 tahun 6 bulan.

Kejaksaan Agung berharap segera menerima salinan putusan Mahkamah Agung agar segera mengeksekusi mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji yang tetap divonis 3,6 tahun penjara. "Setelah dicek di Kejari Jaksel, baik petikan maupun salinan putusan resmi dari MA belum kami terima. Ya mudah-mudahan tak terlalu lama sudah kami terima," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi di Jakarta, hari ini.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Susno 3,6 tahun penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp500 juta dalam penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Susno juga dinyatakan terbukti korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 sebesar Rp4,2 milliar saat masih menjabat sebagai Kapolda Jabar. Putusan ini kemudian diperkuat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Majelis hakim tinggi tetap memvonis Susno 3,6 tahun penjara.

Terkait putusan tersebut, Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji mengatakan sangat menghormati apapun putusan MA nantinya. "Saya sangat menghormati apapun putusan Majelis Hakim dalam perkara. Kalau terkait materi perkara, saya no comment karena saya yakin masyarakat dan publik Indonesia sudah sangat tau apa dan bagaimana kebenaran dari perkara yang telah merugikan saya, sebab peradilan hukum terbuka untuk umum," ungkapnya kepada Waspada Online, hari ini.

"Untuk mengomentari tentang diri saya sendiri dan perkara ini, silahkan publik yang menilai. Dan dari hati sedalam-dalamnya, saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung apa yang saya lakukan dan perjuangkan selama ini," katanya.

"Saya akan tetap tegar, sama sekali tidak takut menghadapi ancaman penjara lagi, karena saya yakin posisi saya benar dari apa yang dituduhkan pada saya. Publik juga tahu kebenarannya. Yang terpenting bagi saya, kalau sudah ada putusan resmi, saya dengan tegas berharap dan meminta perkara ini dieksekusi secepat-cepatnya. Bahkan kalau perlu sekarang saya sangat siap menghadapinya," jelas Susno.

Dirinya berjanji, tidak akan melontarkan alasan memalukan ataupun menunda-nunda proses hukumnya. "Saya jamin dan janji, saya tidak akan pakai alasan-alasan yang memalukan untuk minta ditunda proses hukumnya, misalnya seperti saya sakit atau minta dirawat di rumah sakit atau yang serupa itu. Saya akan bertanggungjawab sepenuhnya atas peradilan hukum yang berjalan, khususnya dalam memperjuangkan kebenaran," ujar Susno lagi.

"Saya tidak akan pernah bergeser satu senti pun dari tanggung jawab. Percuma kita sudah diberi Allah kenikmatan dan kelebihan dari yang lain apabila kita tidak berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. Saya bahkan bangga dipenjara karena BENAR, dan saya MALU dalam keadaan bebas karena menyembunyikan kesalahan. Makanya saya ingin cepat-cepat dieksekusi supaya Allah meridhoi satu hari nanti kebenaran akan terungkap bahwa saya adalah korban," demikian petikan pernyataan resmi Susno Duadji.

Informasi yang diperoleh Waspada Online menyimpulkan, hakim yang memutus perkara Susno Duadji adalah hakim yang membebaskan politisi PKS Misbakhun, yang diduga disuap oleh Robert Tantular. Robert Tantular diketahui punya kebencian pribadi terhadap Susno Duadji. Dan diduga, Majelis kasus Susno ini juga menerima suap dari Robert Tantular untuk menghukum Susno Duadji.

Sumber: waspada online

 

You are here: Home Berita Pilihan