Susno percaya publik tahu kebenaran kasusnya - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 
Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED
Saya Siap Mati Demi KebenaranItu harga mati. Saya kira amanah dari agama, bahwa saya sampai kapan pun, sesuatu yang benar harus saya katakan benar. Suatu yang salah adalah salah. Itu harga mati
Saya kira solusinya kita perbaiki moral melalui agama seluruh pimpinan negara ini. Sekarang ini kan orang tidak takut lagi sama Tuhan. Mereka tetap Sholat lima waktu tetapi korupsinya jalan terus. Kalau mereka ketemu daging babi muntah muntah, tetapi aspal dan pasir masuk perutPerbaikan Moral
Saya sekarang hanya bisa mengadu kepada Tuhan. Sampai saya memohon pada Allah, cabutlah nyawa saya jika saya melakukan seperti yang dituduhkan pada sayaSaya Hanya Bisa Mengadu Pada AllahLebih baik kita berpisah demi kebenaran, daripada kita bersatu di dalam kebohongan

Home

Susno percaya publik tahu kebenaran kasusnya

Addthis

JAKARTA - Mabes Polri mengatakan menyerahkan seluruhnya kepada Mahkamah Agung (MA), terkait kasasi Bekas Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang ditolak oleh MA. Polri menghormati dan patuh terhadap proses hukum yang berkaitan dengan putusan tersebut.


"Itu masuk ranah hukum yang jadi otoritas MA, sebuah lembaga hukum. Polri menghormati dan patuh terhadap proses hukum. Hukum yang berkaitan dengan itu otoritas penuh MA," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, hari ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Komjen Susno Duadji. Alhasil, Susno tetap dihukum sesuai putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) selama 3,5 tahun dalam kasus korupsi penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.

"Menolak kasasi terdakwa diputus pada 22 November 2012," demikian seperti yang dilansir panitera MA dalam websitenya, tertanggal Selasa (4/12). Putusan ini diketok oleh majelis hakim yang beranggotakan hakim ad hoc AL, Leopad Luhut Hutagalung, hakim ad hoc MS Lumme dan Sri Murwahyuni. Majelis ini diketuai Zaharuddin Utama. "Nomor perkara 899 K/PID.SUS/2012," ucapnya.

PN Jaksel memutuskan Susno terbukti bersalah dalam pidana korupsi saat penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. PN Jaksel mengganjar pemegang bintang tiga ini dengan hukuman 3 tahun 6 bulan.

Kejaksaan Agung berharap segera menerima salinan putusan Mahkamah Agung agar segera mengeksekusi mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji yang tetap divonis 3,6 tahun penjara. "Setelah dicek di Kejari Jaksel, baik petikan maupun salinan putusan resmi dari MA belum kami terima. Ya mudah-mudahan tak terlalu lama sudah kami terima," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi di Jakarta, hari ini.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Susno 3,6 tahun penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp500 juta dalam penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Susno juga dinyatakan terbukti korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 sebesar Rp4,2 milliar saat masih menjabat sebagai Kapolda Jabar. Putusan ini kemudian diperkuat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Majelis hakim tinggi tetap memvonis Susno 3,6 tahun penjara.

Terkait putusan tersebut, Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji mengatakan sangat menghormati apapun putusan MA nantinya. "Saya sangat menghormati apapun putusan Majelis Hakim dalam perkara. Kalau terkait materi perkara, saya no comment karena saya yakin masyarakat dan publik Indonesia sudah sangat tau apa dan bagaimana kebenaran dari perkara yang telah merugikan saya, sebab peradilan hukum terbuka untuk umum," ungkapnya kepada Waspada Online, hari ini.

"Untuk mengomentari tentang diri saya sendiri dan perkara ini, silahkan publik yang menilai. Dan dari hati sedalam-dalamnya, saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung apa yang saya lakukan dan perjuangkan selama ini," katanya.

"Saya akan tetap tegar, sama sekali tidak takut menghadapi ancaman penjara lagi, karena saya yakin posisi saya benar dari apa yang dituduhkan pada saya. Publik juga tahu kebenarannya. Yang terpenting bagi saya, kalau sudah ada putusan resmi, saya dengan tegas berharap dan meminta perkara ini dieksekusi secepat-cepatnya. Bahkan kalau perlu sekarang saya sangat siap menghadapinya," jelas Susno.

Dirinya berjanji, tidak akan melontarkan alasan memalukan ataupun menunda-nunda proses hukumnya. "Saya jamin dan janji, saya tidak akan pakai alasan-alasan yang memalukan untuk minta ditunda proses hukumnya, misalnya seperti saya sakit atau minta dirawat di rumah sakit atau yang serupa itu. Saya akan bertanggungjawab sepenuhnya atas peradilan hukum yang berjalan, khususnya dalam memperjuangkan kebenaran," ujar Susno lagi.

"Saya tidak akan pernah bergeser satu senti pun dari tanggung jawab. Percuma kita sudah diberi Allah kenikmatan dan kelebihan dari yang lain apabila kita tidak berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. Saya bahkan bangga dipenjara karena BENAR, dan saya MALU dalam keadaan bebas karena menyembunyikan kesalahan. Makanya saya ingin cepat-cepat dieksekusi supaya Allah meridhoi satu hari nanti kebenaran akan terungkap bahwa saya adalah korban," demikian petikan pernyataan resmi Susno Duadji.

Informasi yang diperoleh Waspada Online menyimpulkan, hakim yang memutus perkara Susno Duadji adalah hakim yang membebaskan politisi PKS Misbakhun, yang diduga disuap oleh Robert Tantular. Robert Tantular diketahui punya kebencian pribadi terhadap Susno Duadji. Dan diduga, Majelis kasus Susno ini juga menerima suap dari Robert Tantular untuk menghukum Susno Duadji.

Sumber: waspada online

 

You are here: Home Berita Pilihan Susno percaya publik tahu kebenaran kasusnya