susnoduadji.com - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 

Bupati Lahat Geram Pada Pelaku Pembunuhan: Kalau Kau Nak Duit Ngapo Idak Mintak dengan Aku. Kukasih

LAHAT - Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'I SE menemui salah satu tersangka pembunuh Suarno alias Giarno (37), Siswanti (34) dan Reza (9) warga Dusun II, Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Lahat.

Dalam kesempatan tersebut Aswari terlihat geram dan sangat menyayangkan apa yang dilakukan tersangka Suwar.

"Kalau kau nak duit ngapo idak mintak dengan aku. Kukasih. Kasihan mereka itu numpang hidup dan selama ini sudah merasa nyaman di Lahat. Lahat selama ini sudah kondusif, aman dan bersahabat kenapa kau cemari lagi," ujar Aswari didampingi Kapolres Lahat, AKBP Rantau Isnur Eka SIK di hadapan tersangka Suar, di Mapolres Lahat, Senin (20/6/2016).

Sementara itu, setelah tiga hari melakukan penyelidikan terkait peristiwa pembantaian terhadap satu keluarga, anggota PolresLahat berhasil menangkap kedua pelaku.

Read more:

Saya bukan koruptor

Lelaki berbadan tambun itu menepati janjinya bertemu untuk wawancara. Kebetulan dia sedang berada di Jakarta. Dia pun menyempatkan diri berbincang hampir satu jam di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat.

Pria itu bukan orang baru. Dialah Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji. Belakangan ini namanya kembali hangat menjadi perbincangan setelah akun facebooknya mengunggah gambar sedang di sawah sabil memegang pacul.

Bukan kali ini saja namanya menjadi perbincangan. Dulu, ketika perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Kepolisian bermula, nama Susno menjadi isu sentral kala itu. Bahkan sampai ada sebutan cicak Vs buaya untuk pertama kalinya.

Read more:

Susno Duadji: Kompolnas Jangan Mau Diintervensi Pemerintah

Jakarta - Mantan Kabareskrim, Komjen Pol (purn) Susno Duadji menilai Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) saat ini sangat lemah dalam kewenangannya.

Tugas dan wewenangnya banyak dicampuri oleh pihak luar, terutama pemerintah.

"Komisi (Kompolnas) ini diminta independen, tapi kok ada pemerintah. Ada Menkopolhukam, ada Mendagri di dalamnya, ini harus direvisi," ujar Susno Duadji di Jakarta, Rabu (20/4).

Bekas terpidana kasus dugaan korupsi ini mengatakan Kompolnas jangan sampai terpengaruh oleh intervensi pihak mana pun. Lembaga itu harus independen dan kritis menjalankan tugasnya.

"Kuat bila diberikan, contohnya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Diberikan kekuatan dan disinergikan, di Polri pun harus diberikan pengawasan," sambung dia.

Read more:

Wawan Akan Dengarkan Tuntutan Jaksa KPK

Jakarta - Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan hari ini akan menjalani sidang lanjutan. Sidang kali ini mengagendakan pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum dari KPK.

Sidang pembacaan tuntutan untuk Wawan diagendakan, Senin (26/5/2014) pukul 9.00 WIB di pengadilan Tipikor Jakarta, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Read more:

Susno Duadji Dapat Remisi Lagi

BOGOR, - Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Susno Duadji, mendapat remisi masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terkait peringatan hari ulang tahun ke-69 Republik Indonesia.

"Dia (Susno Duadji, red) kami usulkan untuk mendapat remisi karena telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan remisi," ucap Kepala Lapas Kelas II A Pondok Rajeg, Rudi Charles Gill, Minggu.

Read more:

JK: Bank Century Kategori Kecil

Jakarta - Mantan Wapres Jusuf Kalla bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi dana penyelamatan Bank Century. Di awal keterangan, JK menyebut Bank Century masuk kategori bank kecil.

"(Bank) kecil," jawab JK saat ditanya jaksa KPK KMS Roni saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/5/2014).

JK yang bersaksi untuk mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mulanya ditanya mengenai prosedur laporan mengenai kebijakan ekonomi saat dirinya menjadi wapres.

Read more:

You are here: Home