Pemerintahan yang ideal menurut Susno Duadji - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 

Pemerintahan yang ideal menurut Susno Duadji

Addthis

MALANG – Seminar Nasional dengan topik “Mewujudkan Pemerintahan yang ideal dalam ide dan praksis” diadakan di Widya Loka Universitas Brawijaya , Malang, dengan pembicara Komjen (P) Drs. Susno duadji, SH, MH , Mantan Kabareskrim Polri yang saat ini aktif sebagai Wiraswasta dan Petani, dalam organisasi kemasyarakatan menjadi Ketua Umum TP Sriwijaya, Datuk Patani Sumsel, Penasehat Syarikat Dagang-Syarikat Islam, dan Ketua Umum Komite Pemantau Pengawas Pertanian Indonesia, Pemateri yang lain ; Dilmas Oky Direktur Akar Rumput Strategic Political Consulting, Puti Soekarno Putri Anggota Komisi 10 DPR-RI, Hari Sasongko Ketua DPRD Kabupaten Malang, Selasa (4/10)

Seminar dihadiri berbagai kalangan ; Mahasiswa, dosen, politisi, pemerhati, dan kalangan masyarakat yang menginginkan Pemerintahan yang ideal.
Pada Seminar tersebut Pembahasan terfocus pada apa dan bagaimana mewujudkan Pemerintahan yang ideal.

Menurut Susno duadji :
Pemerintahan yang Ideal adalah Pemerintahan yang minimal memenuhi standard sbb ;


~ clear and clean , tidak korup
~ demokratis
~ memihak dan melindungi rakyat
~ mensejahterahkan rakyat

Pemerintahan yang ideal akan terwujud apabila Pemerintah Pusat (Presiden dan Wakil Presiden) dan Pemerintah Daerah (Bupati dan Walikota beserta wakilnya) terpilih melalui Sistem Pemilihan Umum Presiden / Pilkada Kepala Daerah yang ;
~ Pemilu dan Pilkada yg clear and clean , no money politic, no politik transaksional, tidak ada uang mahar, tidak ada uang perahu, tidak uang apapun dalam bentuk apapun yang tujun nya untuk membeli dukungan Partai Politik,
~ Pemilu dan Pilkada yg low cost

Pemilu Presiden dan Pilkada yang demikian dapat diwujudkan apabila ;
~ Partai Politik / elit Partai Politik proaktif mencari figure yang lantas dan layak untuk diusung / didukung sebagai Presiden/Wakil Presidan, Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah, tidak hanya duduk diam menunggu didekati oleh bakal calon karena hal yang demikian rawan politik transaksional, elit parpol dari level apapun jangan ada pemikiran kalau calon berasal dri non kader harus ada uang mahar atau uang perahu atau uang lain nya, tidak membatasi bakal calon hanya berasal dari kader partai sendiri tapi pilih lah putera puteri terbaik anak bangsa yang tepat, pantas dan layak, sesuai aspirasi rakyat, tidak memilih bakal calon yang berasal dari figure yang suka kasak kusuk mengadakan pendekatan untuk dicalonkan, karena figure seperti ini pasti tidak beres karena “ada maunya” atau ada kemauan yang tersembunyi, tidak memilih figure yang mengiklankan diri dengan berbagai cara seperti masang baleho , memasang spanduk.

~ Bakal calon ; jangan mengiklankan diri , jangan kasak kusuk minta dicalonkan oleh parpol, jangan membeli suara baik dengan uang maupun dengan pemeberian sesuatu kepada masyarakat untuk mendapatkan suara pemilih, jangan mau dimintai imbalan oleh oknum partai, dan jangan jor-joran menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk kampanye, jangan merusak rakyat pemilih dengan pemberian uang atau barang,

~ Penyelenggara Pemilu / Pilkada ; harus clear and Clean, adil serta berani mengingatkan dan menindak setiap pelanggaran, harus proaktif, harus selalu melakukan sosialisasi agar Pemilu / Pilkada bebas dari money Politic dan Politik transaksional,

~ Aparat Penegak hukum (KPK, Polri, Kejaksaan) harus berani dan proaktif memantau dan menindak apabila diketahui ada tindak Pidana KKN dalam penyelenggaraan Pemilu / Pilkada, tidak perlu menunggu laporan .

~ pemilih ; jangan tergoda oleh duit / pemberian sesuatu yg akan pengaruhi pilihan pemilih atau transaksional jual beli suara, rakyat juga harus berani melaporkan apabila ada politik uang / jual beli suara / kecurangan,

Salah satu cara mewujudkan Pemilu dan Pilkada yang low cost adalah dengan merubah pemilu serba kertas /konvensional menjadi pemilu yang berbasis IT, sehingga tidak lagi diperlukan biaya unt membuat blanko daftar pemilih, berbagai blanko dan surat, dan tak ada biaya pembuatan bilik suara, atau kota suara, pemilu dan pilkada lebih praktis, simple dan efisien kalau dikakukan pakai System IT, juga kesempatan melakukan kecurangan akan berkurang,

Apabila Pemilu dan Pilkada terlaksana demikian, insya Allah tercipta Pemilu yang akan menghasilkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang bersih, dan berwibawah, pemerintah yang sesuai dengan aspirasi rakyat sebagai Pemerintah yang ideal dengan standar tersebut di atas.

Pemerintah yang dihasilkan oleh Pemilu dan Pilkada yang low cost insya Allah akan terpilih Presiden / Wapres, dan Kepala / Wakil Kepala Daerah yang dapat berkonsentrasi pada urusan pemerintahan yang mensejahterahkan masyrakat, bukan kepada urusan lelalng proyek untuk mengembalikan ongkos Pemilu / Pilkada, dan bukan juga Pemerintah yang KKN karena balas budi kepada Partai atau Tim Sukses,,,

Semoga !!

Dusno Duadji
————————-
~ Ketua Umum TP Sriwijaya
~ Penasehat SD-SI
~ Ketua Umum Komite Pemantau Pengawas Pertanian Indonesia
~ Datuk Patani Sumsel

 

Sumber : lahatonline

You are here: Home Politik Pemerintahan yang ideal menurut Susno Duadji