Tarik Investor Bangun Sumsel, Ini Cara Susno - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 

Tarik Investor Bangun Sumsel, Ini Cara Susno

Addthis

PALEMBANG – Apa benar investor harus diundang? Apa benar investor harus didatangi ke kampungnya di luar negeri? Apakah hukum bisnis &Di mana ada gula di situ ada semut& gak berlaku lagi?

Ketua TP Sriwijaya, Susno Duadji mengungkapkan, Indonesia negeri kita ini sangat dan sangat membuat iri negeri lain di permukaan bumi ini, wilayahnya demikian luas terdiri dari 17,000 lebih pula! Satuan waktunya saja harus dibagi menjadi tiga kawasan, lautan yang sangat luas, terletak di garis khatulistiwa, berada diantara empat benua, dan diapit samudera nan luas merupakan jalur lintas barang dan jasa ke seluruh penjuru dunia.

Alamnya demikian cantik, bak bidadari sorga sangat memikat wisatawan manca negara dan domestik untuk berkali-kali dan berlama-lama berkunjung dan tinggal di kawasan nusantara nan indah. Perut buminya mengandung kekayaan alam yang luar biasa, minyak, besi, emas, nikel, batubara, timah, gas alam, panas bumi, tembaga, dan lain-lain.

Selanjutnya kata Susno, Lautan nan luas yang penuh dengan berbagai jenis ikan, udang, kepiting, cumi, kerang, rumput laut. Alamnya yang subur apapun ditanam tumbuh subur karet, kopi, sawit, kelapa, lada, jagung, kacang, pepaya, jambu, mangga, durian.

 

Orang Sumsel yang sangat konsen dengan ekonomi kerakyatan ini bertanya, Apa yang nggak ada di Indonesia? Salju pun kita punya! Di eropa, Australia, dan Amerika salju hanya ada pada musim tertentu saja. Di Indonesia saljunya abadi, silahkan datang ke lokasi penambangan emas di Tembaga Pura, anda akan disambut oleh salju abadi sepanjang tahun.

Selanjutnya paparnya, tenaga manusia (man power) luar biasa, jumlah penduduk 250 juta dengan skill berbagai macam, dan berbagai level, tingkat upah yang tidak terlalu mahal, dengan tingkat kecerdasan dan kepatuhan yang dapat dihandalkan.

“Kesemua keunggulan di atas ditambah berbagai keunggulan lain yang belum sempat diuraikan merupakan modal dasar untuk menjadikan negeri ini makmur, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia, dan juga murapakan bargaining position yang sangat kuat bagi Indonesia untuk berunding dengan investor.

Sungguh banyak negeri yang iri dengan Indonesia tanah air ku, mestinya Indonesia kaya raya, makmur, income per capita kita tingi, cadangan devisa kita banyak, hutang tidak punya, mata uang Rupiah kita kuat di banding mata uang asing lainnya,” jelasnya lagi.

Tapi fakta yang kita rasakan, koq semua menjadi sebaliknya! Adakah some thing wrong? Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan menaikan tingkat kesejahteraan dan kemakmuran maka pembangunan harus digalakkan (dipacu), untuk itulah pemerintah membuka pintu bagi investor asing.

“Tak jarang kita mengetahui bahwa banyak kepala daerah, pejabat kita yang &mendatangi& investor asing ke negerinya nun jauh di sana untuk untuk merayu mereka agar mau investasi di negeri kita. Kepergian pejabat dan kepala daerah ke luar negeri tentunya dengan biaya perjalanan dinas, menggunakan uang negara yang tidak sedikit karena kalau pergi tidak mungkin sendirian, pasti ajak teman, adakalanya rombongan!

Apa hasilnya apakah kepergian ke luar negeri berhasil mengajak investor menanamkan modal di daerahnya? Karena jarang diumumkan apa hasil konkrit kunjungan ke luar negeri tersebut. Apakah yang ditemui tepat sasaran, apakah berundingnya efektif, apakah dalam perundingan ikut bicara atau hanya mendengar saja karena keterbatasan kemampuan berbahasa internasional,” katanya.

Hanya mereka yang tau persis! Angin segar dibawah kepemimpinan Jokowi-Jk yang mengadakan &reformasi perijinan& semoga reformasi ini dibarengi keberhasilan reformasi mental sehingga perilaku aparat di daerah dapat mengawaki fungsinya untuk melaksnakan reformasi perijinan secara tepat dan benar.

“Banyak sekali pemilik modal dari dalam negeri dan luar negeri yang ingin berinvestasi di Indonesia, tapi mengapa realisasi investasi kok tidak memenuhi harapan, bahkan lebih tragis lagi pemilik modal dari dalam negeri ada yang menginvestasikan modalnya di luar negeri. Dari pengalaman pribadi yang saya dapat ketika bernegosiasi dengan pemodal dan  pebisnis dari luar negeri yang datang ke kantor saya, baik dari  Eropah, Jepang, Korea, China , Singapore, Malaysia, pada umumnya mereka datang tertarik untuk berinvestasi ke Indonesia bukan karena adanya kunjungan pejabat kita ke luar negeri,” ujarnya

Masih kata Susno, mereka tahu informasi dan tertarik untuk berinvestasi dan berbisnis dengan partner di Indonesia adalah karena adanya informasi yang didapat melalui media sosial, web, internet, media masa, dan rekan bisnis. Berarti kalau demikian adanya kunjungan pejabat atau rombongan pejabat ke luar negeri tidaklah terlalu efektif jika dibandingkan dengan uang negara dan waktu yang dihabiskan.

Sarana yang efektif untuk menginformasikan peluang investari dan bisnis kepada pemodal dan penisnis di luar negeri adalah ; media sosial, web, internet, media masa, dan iklan person to person melalui jaringan para pebisnis dalam dan luar negeri.

“Ingat dunia saat ini sudah conect dalam satu jaringan informasi, dan pergerakan informasi demikian cepat dalam hitungan detik. Lantas untuk apa nekad pergi ke luar negeri? Cari investor atau investor! Kemudian saya juga tanya mengapa banyak pemodal dan pebisnis dari luar negeri sering menunda atau batal berinventasi dan berbisnis di Indonesia?

Kebanyakan mereka menjelaskan, prosedurnya susah dimengerti, perijinan yang banyak dan rumit, tak ada kejelasan waktu selesainya suatu urusan, jaminan kepastian hukum, adakala tanah yang sudah dibeli masih digugat, kepastian biaya,” tandasnya, Rabu (22/6).

Ternyata faktor administratif prosedural ciptaan manusia ini mengalahkan keunggulan alami Indonesia yang dianugerahkan oleh Allah SWT, sudah dapat diduga akibatnya bahwa negeri kita kalah bersaing menarik investasi dibanding dengan negara Asean lain yang dahulunya jauh berada di bawah Indonesia seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam, tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan kalah bersaing dengan Myanmar yang baru saja membuka diri.

“Mungkin sudah saatnya kita menerapkan pelayan perijinan berbasis IT/online , hal ini penting untuk menciptakan adanya kepastian dan membasmi calo, mengapa maskapai penerbangan dan PT.KAI sukses memberantas calo dengan menerapkan system ticketing berbasis IT / onlinem,” pungkasnya.(*)

Sumber : sriwijayaonline

You are here: Home Sosial Tarik Investor Bangun Sumsel, Ini Cara Susno