Penghargaan Bukan Tujuan - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 

Penghargaan Bukan Tujuan

Addthis

Palembang - Hari minggu tgl 26 Juni 2016 Pembina Pusat Pandu Tani Indonesia (Patani) DR. Amir Sjamsudin, SH, MH mantan Menkum HAM-RI menyerahkan piagam, mendali dan Surat Keputusan Penghargaan kepada saya, karena saya dinilai sebagai Tokoh Penggerak Pembangunan Pedesaan, bersama para penerima lenghargaan lain nya dalam sambutannya Pak Amir Sjamsudin banyak memetik informasi yang saya angkat pada laman Face Book saya tentang anjeloknya harga karet yang menyengsarakan kehidupan jutaan keluarga petani karet Indonesia dan lebih dari 530 ribu Kepala Keluarga Petani Karet di Sumatera Selatan, karena Sumsel adalah propinsi penghasil karet terbesar di Indonesia.

Patani adalah organisasi yang peduli kepada Petani, semoga kepedulian Patani selalu ditunjukan dengan wujud nyata tindakan di lapangan yang benar-benar dapat meringankan beban para letani karena anjelok nya berbagai harga komeditas pertanian.

Dalam diskusi dengan Pak Amir Sjamsudin dan Pk Ishak Miki Wakil Gubernur Sumsel di sela-sela acara pemberian Penghargaan saya sampaikan bahwa anjeloknya harga komeditas pertanian sudah menyentuh titik gawat darurat, khususnya harga karet yang sudah berada di bawah rp 5 ribu/ kg. Sehingga sudah saatnya pemerintah mengambil langkah nyata menyelamatkan petani karet dan menyelamatkan kebun karet rakyat dari kerusakan masal akibat pembiatan / tidak dirawat, atau jatuh ketangan kaum berduit karena dijual harga murah untuk mencukupi kenutuhan hidup sehari-hari.

 

Saya diskusi dengan Patani bhw sudah saatnya mendirikan gudang gabah untuk dapat membeli gabah kering dengan harga standard pemerintah kemudian disimpan di gudang yang bagus, tentunya bekerja sama dengan Bulog hal ini penting untuk menyelamatkan harga gabah, dan menyuarakan kepada pemerintah pusat untuk mengurangi atau tidak melakukan imlort beras sehingga harga gabah petani dapat naik lebih dari harga standar. 

Demikian juga dengan persoalan harga karet yang sudah tidak mungkin dapat diatasi oleh para patani dimana  membiarkan harga ditentukan oleh mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah. Pemerintah pusat sudah harus melakukan langkah internasional duduk bersama dengan sesama negara penghasil karet terbesar ; Thailand, Indonesia, vietnam, dan malaysia kebetulan keempat negara tersebut adalah negara anggota Asean, dan sudah ada forum khusus tripartiet  yang membahas persoalan per-karetan.

Bagi saya bukan penghargaan yang menjadi tujuan namun bagaimana persoalan komuditas pertanian yang menyangkut hajat hidup jutaan petani dapat kembali normal  sehingga multiple efek perekonomian seperti menurun nya daya beli, timbulnya kriminal, urbanisasi dapat diatasi.

Namun apapun bentuknya yang dilakukan oleh Patani saya sangat berterima kasih kepada Patani karena telah menunjukan kepedulian kepada persoalan petani, dan juga sebagai indikasi bahwa problem yang menghimpit petani sudah menarik perhatian beberapa pihak.
Saya sadar bahwa saya selaku Ketua Umum TP Sriwijaya tidak mempunyai wewenang dan kekuasaan apapun selain menyuarakan melalui media sosial supaya problem terangkat ke permukaan.


Semoga !!

 


Susno duadji
-------------------------
Ketua Umum TP Sriwijaya

 

 

You are here: Home Sosial Penghargaan Bukan Tujuan