Mengapa Masih Import Jagung - Ini kata Susno - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 

Mengapa Masih Import Jagung - Ini kata Susno

Addthis

PAGAR ALAM – Konon menurut data yang disajikan oleh Investor Daily pada tahun 2016 Indonesia memutuskan mengimport 2,4 juta Ton jagung dilaksanakan 200 ribu ton tiap bulan, total kebutuhan jagung nasional adalah 8,6 juta ton atau sekitar 665 ribu ton perbulan.

Jagung akan didatangkan dari India, Brazil, Thailand , dan USA. Jagung import akan disimpan di gudang Bulog dan akan dikeluarkan kalau harga pasar jagung mengalami kenaikan, kebutuhan akan jagung sebagian besar adalah untuk pakan ternak. Menurut Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti bahwa Bulog sudah mengantongi izin dari pemerintah untuk impor jagung sebanyak 600 ribu ton pada kuartal I 2016.

Produksi jagung Indonedia pada tahun 2016 diproyeksikan naik menjadi 21,35 juta ton dibanding tahun sebelumnya, demikian angka prakiraan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian. Sedangkan Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, langkah import jagung dilakukan pemerintah karena produksi jagung dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan jagung nasional. Sehingga pihaknya akan membantu realisasi import jagung setiap tiga bulan sekali.

Pada peringatan hari Pers Nasional dihadapan Prediden RI, saat itu dalam pidatonya Gubernur NTB Tuan Guru mengatakan, mereka mendengar bahwa pemerintah akan mengimpor jagung dengan harga Rp 3.000/ kg, seandainya jagung produksi petani NTB dibeli seharga Rp 3.000 / kg, alangkah senangnya para petani jagung NTB.

 

Sedangkan Ketua TP Sriwijaya secara pribadi mengungkapkan, saat ini mencoba menanam jagung di lahan sawah di desa Tebat Gunung, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumsel. Sebagai tanaman sela setelah selesai panin padi, ternyata jagung nya tumbuh subur, dan besar-besar, tidak rewel, sangat mudah bertani jagung.

“Kemudian timbul pertanyaan mengapa petani tidak mau bertani jagung ? Ternyata jawabannya jelas karena jagung produksi petani dihargai terlalu murah. Memang mengamati pernyataan para pejabat terkait impor jagung di negeri ini, sungguh menyedihkan bahwa Indonesia sebagai negara Agraris yang subur dengan lahan yang sangat luas kok mengimport jagung, padahal jagung tumbuh subur di negeri ini.

Kalau diruntut problem perjagungan negeri ini adalah sebagai seperti ini, Mengapa Indonesia mengimport jagung ? Karena keperluan jagung yang untuk industri pakan ternak tidak terpenuhi oleh produksi jagung dalam negeri. Mengapa petani tidak mau menanami lahan nya dengan jagung secara besar-besaran ? Karena harga beli jagung produksi petani lebih murah dari harga jagung kalau beli dari negara lain/impor,” Ungkap Susno, Rabu (13/7).

Lebih lanjut dia juga memaparkan, Mengapa harga jagung produksi petani tidak dinaikan ? Karena memang pemerintah berupaya agar harga jagung petani tidak naik, kalau harga jagung dalam negeri naik maka pemerintah akan operasi pasar dengan jagung import yang disimpan di gudang Bulog.

“Mengapa pemerintah lebih mementingkan kepentingan peodusen/industri pakan ternak dari pada mensejahterahkan petani jagung ? saya tidak tau! Mengapa bertahun-tahun upaya mencukupi kekurangan jagung dilakukan dengan cara import bukan dengan cara berupaya meningkatkan produksi jagung dalam negeri ? Jawabannya hanya pemetintah yang tau.

Aneh juga ya ! Mestinya harga jagung dalam negeri dinaikan supaya ada gairah petani untuk bertanam jagung dan petani jagung akan sejahtera. Kenapa khawatir ya harga jagung naik sehingga harus import 2,4 juta ton/tahun, apa gak malu sebagai negara agraris koq import jagung, impor bawang, impor beras, impor apa lagi  ? Tak tahulah saya!,” paparnya lagi.

Berikutnya dia menguraikan, sebagai Ketua TP Sriwijaya dia hanya menyuarakan aspirasi petani saja, bahwa kalau mau meningkatkan produksi jagung, harga jagung dinaikan, jangan malah petani jagung di serang oleh jagung import.

“Selama bos kita masih hobby import bukan meningkatkan jumlah dan kwalitas produksi pertanian dalam negeri, maka kita sebagai negara agraris akan menjadi konsumen/pasar, bukan menjadi produsen .

Efek selanjutnya cadangan valas kita akan terkuras unt import, maka nilai mata uang kita selamanya akan terpuruk,” pungkasnya kepada Lahat Katakita Mediatama group (Lahatonline.com dan Sriwijayaonline.com).(*)

Sumber : sriwijayaonline

You are here: Home Sosial Mengapa Masih Import Jagung - Ini kata Susno