Penyematan Penghargaan PATANI Sumsel pada Susno Duadji - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 

Penyematan Penghargaan PATANI Sumsel pada Susno Duadji

Addthis

PATANI SUMSEL - Pandu Tani Indonesia (PATANI) Sumsel kembali memberikan sejumlah penghargaan kepada beberapa tokoh masyarakat, dan pejabat publik dalam acara festival panti asuhan, yang diselenggarakan di Mall PIM Palembang, Minggu (26/6)Kakanwil Patani Sumsel, Mislihah mengatakan penyematan penghargaan kepada tokoh masyarakat ini karena mempunyai kepedulian kepada petani dan masyarakat. Mereka yang mendapat penghargaan antara lain, Kapala BNN Sumsel, Iswadi dalam kategori sebagai tokoh pelopor pencegahan latent penyalahgunaan narkoba. 

Kemudian ada nama Novriza Djazuli, Wakil Walikota Pagaralam sebagai tokoh penggerak pertanian modern serta nama yang digadangkan akan masuk sebagai bakal calon Gubernur Sumsel mendatang Susno Duadji sebagai tokoh penggerak pembangunan pedesaan dan lainnya.Dalam penganugerahan itu, DR. Amir Sjamsudin,SH,MH selaku Pengurus Pusat PATANI langsung menyerahkan berupa Piagam Penghargaan, Medali & Surat Keputusan Penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Pembangunan Pedesaan kepada Susno Duadji.

 

Susno Duadji dalam pesannya Ia mengatakan PATANI adalah sebuah organisasi yang peduli kepada Petani, semoga kepedulian PATANI selalu ditunjukan dengan wujud nyata tindakan di lapangan yang benar-benar dapat meringankan beban para petani terlebih anjloknya berbagai harga komoditas pertanian saat ini.

Di kesempatan yang sama pada diskusi singkat yang disaksika Pengurus Pusat PATANI & Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki di acara penganugerahan tersebut, Ketua TP Sriwijaya Susno Duadji juga menyampaikan informasi tentang anjloknya harga komoditas pertanian yang terbilang gawat, terutama harga karet yang sudah berada di bawah level Rp5.000,-/kg.

Susno berharap pemerintah harus segera hadir menyelamatkan petani karet dan menyelamatkan kebun karet rakyat dari kerusakan masal akibat tidak terawat, atau jatuh ketangan kaum berduit karena dijual harga murah untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,ujarnya.

Hal lain saya juga berharap agar Organisasi PATANI sudah saatnya mendirikan gudang gabah untuk dapat membeli gabah kering dengan harga standard pemerintah kemudian disimpan di gudang yang bagus, tentunya bekerja sama dengan Bulog hal ini penting untuk menyelamatkan harga gabah, dan menyuarakan kepada pemerintah pusat untuk mengurangi atau tidak melakukan import beras sehingga harga gabah petani dapat naik lebih dari harga standar.

Untuk persoalan karet, pria yang juga Calon Gubernur Sumatera Selatan pada Pilkada Sumsel 2018 mendatang mengatakan, sangat menyayangkan atas anjloknya harga karet apalagi harga karet ditentukan oleh mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah.

Pemerintah Pusat sudah seharusnya melakukan langkah internasional dengan duduk bersama sesama negara penghasil karet seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia yang kebetulan ketiga negara tersebut adalah sama-sama negara anggota Asean dengan Indonesia, dan sudah ada forum khusus Tripartiet untuk membahas persoalan karet.

Berbicara tentang penyematan penghargaan tentu bukanlah tujuan utama, yang menjadi tujuan adalah tentang keinginan dan kemampuan kita untuk menyelesaikan persoalan komoditas pertanian yang menyangkut hajat hidup orang banyak, akibat menurunnya nilai jual membuat pengaruh besar terhadap penurunan daya beli masyarakat, termasuk antisipasi timbulnya gejala kriminalitas & urbanisasi yang harus kita atasi bersama.

Namun apapun bentuknya yang dilakukan oleh PATANI, Susno mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah menunjukan kepedulian kepada persoalan petani, dan juga sebagai indikasi bahwa problem yang menghimpit petani sudah menarik perhatian beberapa pihak,

Selain nama diatas,dalam acara penyematan PATANI sumsel ada juga nama Bupati Kabupaten Banyuasin, Yan Anton Ferdian yang dinobatkan sebagai tokoh penggerak pertanian modern. Nama Wakil Rektor II Universitas Vina Darma, Sunda Ariana juga mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pendidikan. “Mereka berhak mendapatkan penghargaan,” kata Mislihah.

Sementara itu, dalam festival panti asuhan tahun ini terdapat 23 peserta dari 180 peserta yang mendaftar. Berbagai perlombaan digelar PATANI yakni lomba lomba beduk, busana, puisi, dakwah dan mewarnai. “Kita sengaja mengundang anak-anak panti sebagai peserta, karena kita yakin anak-anak panti ini banyak yang mempunyai kemampuan luar biasa,” ungkapnya.

Direktur PATANI, Sarjan Tahir, Selaku Dirut PATANI mengatakan, pihaknya terus melakukan penyempurnaan, bahkan PATANI tidak henti-hentinya mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk rajin turun kelapangan, guna mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat. “Terutama dalam kaitannya dengan green economi yang selalu disuarakan oleh mantan presiden RI,” pungkasnya.

Sumber : PATANI

You are here: Home Sosial Penyematan Penghargaan PATANI Sumsel pada Susno Duadji