Sosial - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 
Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Ada yang tidak sehat di tubuh MA soal Susno Duadji

JAKARTA – Putusan Mahkamah Agung (MA) dalam kasasi perkara mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri, Susno Duadji yang telah menolak permohonan kasasi JPU dan kasasi terdakwa itu mendapat tanggapan dari pihak Kejaksaan Agung. Selain menolak permohonan kasasi itu, Susno juga dibebankan pemohon kasasi/terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp2.500.

Putusan MA itu mendapat tanggapan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Andhi Nirwanto, yang menyatakan pihaknya sedang mempelajari salinan putusan tersebut. "Iya sedang dipelajari, saya tugaskan direktorat eksekusi untuk pelajari duduk persoalan. Ya satu dua hari lagi," katanya di Jakarta, kemarin. 

Read more:

Hormati Putusan Pengadilan, Susno Duadji Siap Jalani Hukuman

Komjen Susno Duadji usai vonis di PN Jaksel (ari saputra/detikcom)Komjen Susno Duadji usai vonis di PN Jaksel (ari saputra/detikcom)Jakarta - - Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji masih berada di Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, Susno menghormati putusan pengadilan dan siap menjalani eksekusi atas vonis kasus korupsi.

"Saya sangat menghormati putusan pengadilan. Saya siap menerima dan melaksanakan semua prosedur dan tindakan eksekusi yang benar dan berdasarkan hukum yang jelas dan pasti," ujar Susno kepada detikcom, Selasa (19/2/2013).

Read more:

Misteri Kasus Komjen Pol Susno Duadji

  1. Eng ing eeeng..siapa yang tak kenal Susno Duadji ? Komjen Pol, mantan Kabareskrim yang fenomenal itu
  2. Susno fenomenal sekaligus kontroversial. Penah dianggap sebagai public enemy tapi juga menjadi Hero. Kemana dia sekarang, bgmn nasibnya?
  3. Susno Duadji ( SD) pernah dianggap "musuh" krna dinilai membawa Polri bermusuhan dgn KPK. Ingat kasus Cicak vs Buaya yg menghebohkan itu
  4.  SD dianggap Pahlawan atau Hero karena dialah yang membongkar kasus korupsi Gayus, Century dan kasus2 korupsi besar republik ini. GEGER !
  5. Lebih 70% kasus besar yang sekarang ramai mencuat dan dibicarakan publik saat ini, semua bermula dari ucapan atau tindakan SD
  6.  Kasus yg paling besar yang diungkap SD adalah korupsi dan suap Gayus. Sejumlah jend polisi, elit Kejagung, elit partai dll jadi korban

    Read more:

Susno: Untuk Apa Harta Banyak kalau Takut Suarakan Kebenaran

Ketua DPP Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada), Susno Duadji disambut oleh anggota Astrada di Bandara Dipati Amir, Bangka, Senin (15/10/2012). Kedatangan Susno Duadji ini ke Pangkal Pinang, Bangka untuk melakukan konsolidasi dengan pengurus Astrada Bangka Belitung (Babel)Ketua DPP Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada), Susno Duadji disambut oleh anggota Astrada di Bandara Dipati Amir, Bangka, Senin (15/10/2012). Kedatangan Susno Duadji ini ke Pangkal Pinang, Bangka untuk melakukan konsolidasi dengan pengurus Astrada Bangka Belitung (Babel)

Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, sempat mengatakan bahwa dirinya bisa hidup lebih tenang pascabebas dari tahanan Mako Brimob Depok pada 18 Pebruari 2011 lalu.

Read more:

Susno: Biar Masyarakat yang Nilai Salah atau Tidak

Mantan Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Susno Duadji, tidak kaget Mahkamah Agung (MA) menolak kasasinya. Dia pun tetap dihukum 3,5 tahun karena terbukti bersalah dalam pidana korupsi saat penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.

Susno mengatakan dirinya sudah menduga putusan MA akan seperti itu karena saat proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2010 sudah tampak tanda-tanda kejanggalan.

Read more:

Susno percaya publik tahu kebenaran kasusnya

JAKARTA - Mabes Polri mengatakan menyerahkan seluruhnya kepada Mahkamah Agung (MA), terkait kasasi Bekas Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang ditolak oleh MA. Polri menghormati dan patuh terhadap proses hukum yang berkaitan dengan putusan tersebut.


"Itu masuk ranah hukum yang jadi otoritas MA, sebuah lembaga hukum. Polri menghormati dan patuh terhadap proses hukum. Hukum yang berkaitan dengan itu otoritas penuh MA," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, hari ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Komjen Susno Duadji. Alhasil, Susno tetap dihukum sesuai putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) selama 3,5 tahun dalam kasus korupsi penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.

"Menolak kasasi terdakwa diputus pada 22 November 2012," demikian seperti yang dilansir panitera MA dalam websitenya, tertanggal Selasa (4/12). Putusan ini diketok oleh majelis hakim yang beranggotakan hakim ad hoc AL, Leopad Luhut Hutagalung, hakim ad hoc MS Lumme dan Sri Murwahyuni. Majelis ini diketuai Zaharuddin Utama. "Nomor perkara 899 K/PID.SUS/2012," ucapnya.

PN Jaksel memutuskan Susno terbukti bersalah dalam pidana korupsi saat penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. PN Jaksel mengganjar pemegang bintang tiga ini dengan hukuman 3 tahun 6 bulan.

Kejaksaan Agung berharap segera menerima salinan putusan Mahkamah Agung agar segera mengeksekusi mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji yang tetap divonis 3,6 tahun penjara. "Setelah dicek di Kejari Jaksel, baik petikan maupun salinan putusan resmi dari MA belum kami terima. Ya mudah-mudahan tak terlalu lama sudah kami terima," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi di Jakarta, hari ini.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Susno 3,6 tahun penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp500 juta dalam penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Susno juga dinyatakan terbukti korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 sebesar Rp4,2 milliar saat masih menjabat sebagai Kapolda Jabar. Putusan ini kemudian diperkuat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Majelis hakim tinggi tetap memvonis Susno 3,6 tahun penjara.

Terkait putusan tersebut, Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji mengatakan sangat menghormati apapun putusan MA nantinya. "Saya sangat menghormati apapun putusan Majelis Hakim dalam perkara. Kalau terkait materi perkara, saya no comment karena saya yakin masyarakat dan publik Indonesia sudah sangat tau apa dan bagaimana kebenaran dari perkara yang telah merugikan saya, sebab peradilan hukum terbuka untuk umum," ungkapnya kepada Waspada Online, hari ini.

"Untuk mengomentari tentang diri saya sendiri dan perkara ini, silahkan publik yang menilai. Dan dari hati sedalam-dalamnya, saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung apa yang saya lakukan dan perjuangkan selama ini," katanya.

"Saya akan tetap tegar, sama sekali tidak takut menghadapi ancaman penjara lagi, karena saya yakin posisi saya benar dari apa yang dituduhkan pada saya. Publik juga tahu kebenarannya. Yang terpenting bagi saya, kalau sudah ada putusan resmi, saya dengan tegas berharap dan meminta perkara ini dieksekusi secepat-cepatnya. Bahkan kalau perlu sekarang saya sangat siap menghadapinya," jelas Susno.

Dirinya berjanji, tidak akan melontarkan alasan memalukan ataupun menunda-nunda proses hukumnya. "Saya jamin dan janji, saya tidak akan pakai alasan-alasan yang memalukan untuk minta ditunda proses hukumnya, misalnya seperti saya sakit atau minta dirawat di rumah sakit atau yang serupa itu. Saya akan bertanggungjawab sepenuhnya atas peradilan hukum yang berjalan, khususnya dalam memperjuangkan kebenaran," ujar Susno lagi.

"Saya tidak akan pernah bergeser satu senti pun dari tanggung jawab. Percuma kita sudah diberi Allah kenikmatan dan kelebihan dari yang lain apabila kita tidak berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. Saya bahkan bangga dipenjara karena BENAR, dan saya MALU dalam keadaan bebas karena menyembunyikan kesalahan. Makanya saya ingin cepat-cepat dieksekusi supaya Allah meridhoi satu hari nanti kebenaran akan terungkap bahwa saya adalah korban," demikian petikan pernyataan resmi Susno Duadji.

Informasi yang diperoleh Waspada Online menyimpulkan, hakim yang memutus perkara Susno Duadji adalah hakim yang membebaskan politisi PKS Misbakhun, yang diduga disuap oleh Robert Tantular. Robert Tantular diketahui punya kebencian pribadi terhadap Susno Duadji. Dan diduga, Majelis kasus Susno ini juga menerima suap dari Robert Tantular untuk menghukum Susno Duadji.

Sumber: waspada online

 

You are here: Home Sosial Berita Pilihan